Karena itu, sungguh mengharukan ketika semangat jihad itu justru tumbuh pada
diri seorang mualaf Amerika keturunan Irlandia, bernama Aukai Collins. Pemuda
bermata biru itu memiliki tekad dan kesungguhan hati
yang luar biasa untuk
berjihad membela kaum Muslim yang tertindas.
Melalui jalan berliku-liku, akhirnya ia dapat mengkhidmatkan hidupnya untuk
berjuang bahu-membahu melawan pemusnahan umat Islam di Chechnya, Kashmir,
Afghanistan, dan Kosovo. Tak hanya mengangkat senjata, ia pun terjun ke medan
intelijen dengan menawarkan jasanya kepada FBI dan CIA sebagai agen
antiterorisme. Namun, justru ia dikhianati oleh FBI dan CIA.
Buku ini, yang ditulis sendiri oleh Aukai Collins, merupakan bukti nyata
perjalanan seorang mujahid Amerika. Lewat buku ini, sang penulis tidak hanya
mengisahkan suka-duka dan lika-liku perjuangan membela kebenaran Islam, tapi
juga mengungkapkan kepada kita tentang ancaman terbesar perdamaian dan
stabilitas dunia di zaman modern. Konflik global menyebabkan orang-orang yang
tak berdosa malah dicap sebagai teroris, sementara negara justru melakukan
teror. Di sisi lain, ternyata FBI dan CIA terlibat konflik internal.
''Ini adalah kisah bagaimana aku memeluk Islam, memasuki dunia kaum Mujahidin,
dan berjihad di negeri yang jauh. Ini juga kisah tentang bagaimana aku menjadi
agen rahasia dalam satuan pemberantasan tindak pidana terorisme yang dibentuk
pemerintah Amerika Serikat. Aku mengalami banyak
keberhasilan dan kegagalan, dan aku memperoleh lebih banyak hikmah dibanding
penyesalan. Tetapi, inilah kisah hidupku, dan apa yang aku sampaikan di sini
adalah pengalaman pertamaku dengan dunia mujahidin dan apa yang disebut
pemerintah AS sebagai perang melawan teror,'' tulis Collins pada bagian awal
bukunya.
Penulis membagi bukunya menjadi tiga. Bagian pertama berkisah tentang
perjalanan jihadnya dari San Diego (Amerika) ke Afghanistan, melalui Frankfurt,
Wina, Pakistan, dan Kashmir (1993), Afghanistan (musim dingin, 1993-1994), dan
perjalanan pertama ke Chechnya (1995-1996).
Pada malam pertama di Afghanistan, Aukai Collins dihadang oleh udara yang
dingin luar biasa. ''Kata dingin saja mungkin tidak cukup untuk menggambarkan
bagaimana keadaan bulan Desember di Afghanistan.... Sepertinya rasa dingin itu
menembus tulang dan kulit.'' (hlm 27)
Penulis menjadi saksi kisah para syuhada, termasuk Muhamamd Zaky, seorang
pejuang Muslim yang syahid di Chechnya. Sebelum menghembuskan nafas
terakhirnya, ia mengaku melihat bidadari surga yang keindahannya sulit
dilukiskan dengan kata-kata. ''Pastikan semua yang kukakatan ini tersampaikan
kepada anakkku, Umar,'' katanya. ''Dia tidak boleh pernah meninggalkan jihad.
Saya telah melihat apa yang tengah menunggu kita di sana dan janji Allah
benar-benar nyata.'' (hlm 78)
Buku ini sebagian besar berkisah soal Chechnya. Ternyata, tidak semua orang di
negeri tersebut berjuang untuk negaranya. ''Banyak penjahat pro-Moskow
beroperasi di setiap daerah. Mereka bekerja untuk uang, menerima order dari
militer Rusia, dan banyak melakukan penculikan atas perintah Rusia pula.'' (hlm
96)
Bagian kedua berkisah tentang masa kecil Aukai Collins: tentang kerasnya
perjuangan hidup, dari dunia kelam dan terbuang, bertahan hidup di jalanan,
hingga menemukan cahaya Islam. Sedangkan bagian ketiga membeberkan
pengkhianatan CIA kepada Aukai Collins (1996-1999), mengunjungi kembali
Chechnya (1999-2000), dan peristiwa 11 September 2001.
Anggota Komisi I DPR RI, Suripto, dalam kata pengantarnya menyebutkan, paling
tidak ada lima hal yang menarik pada buku ini. Yakni, Collins mendengar
langsung dari korban kekejian dan kebiadan tentara Rusia, terjadinya
demoralisasi di kalangan prajurit Rusia, semakin mengentalnya tali persaudaraan
seiman dari berbagai negara, keberanian dan kegigihan Muslim Chechnya dalam
perang melawan tentara Rusia, serta keikhlasan Collins berjuang tanpa berpamrih
atau mencari pujian. Suripto yang juga pakar intelijen itu kagum pada kehebatan
Collins dalam melakukan operasi tertutup.
Buku ini sungguh penting dibaca terutama oleh setiap Muslim untuk menyadari
arti jihad yang sesungguhnya. Namun, buku ini pun perlu dibaca oleh siapa saja
yang ingin memahami peta dan tatanan dunia yang sebenarnya, khususnya dalam
kaitannya dengan isu perang melawan terorisme.
Seperti ditulis oleh Aukai Collins, ''Mereka tidak ingin Anda mengetahui bahwa
tak ada perang yang sebenarnya melawan terorisme. Mereka tidak ingin Anda
mengetahui bahwa sebagian dari pembajak pesawat dalam serangan 9/11 telah
diketahui oleh FBI sejak tahun 1999.''
0
0 comments:
