RESENSI : My Jihad (AUKAI COLLINS)

Posted: 4 April 2011 by Unknown in Labels:
0

Jihad atau berjuang dengan sungguh-sungguh menegakkan Kalimat (Dien) Allah di muka bumi merupakan puncak tertinggi bukti keimanan seseorang. Namun, semangat tersebut saat ini sudah tercerabut dari dada kebanyakan umat Islam di seluruh dunia.

Karena itu, sungguh mengharukan ketika semangat jihad itu justru tumbuh pada diri seorang mualaf Amerika keturunan Irlandia, bernama Aukai Collins. Pemuda bermata biru itu memiliki tekad dan kesungguhan hati

yang luar biasa untuk berjihad membela kaum Muslim yang tertindas.

Melalui jalan berliku-liku, akhirnya ia dapat mengkhidmatkan hidupnya untuk berjuang bahu-membahu melawan pemusnahan umat Islam di Chechnya, Kashmir, Afghanistan, dan Kosovo. Tak hanya mengangkat senjata, ia pun terjun ke medan intelijen dengan menawarkan jasanya kepada FBI dan CIA sebagai agen antiterorisme. Namun, justru ia dikhianati oleh FBI dan CIA.

Buku ini, yang ditulis sendiri oleh Aukai Collins, merupakan bukti nyata perjalanan seorang mujahid Amerika. Lewat buku ini, sang penulis tidak hanya mengisahkan suka-duka dan lika-liku perjuangan membela kebenaran Islam, tapi juga mengungkapkan kepada kita tentang ancaman terbesar perdamaian dan stabilitas dunia di zaman modern. Konflik global menyebabkan orang-orang yang tak berdosa malah dicap sebagai teroris, sementara negara justru melakukan teror. Di sisi lain, ternyata FBI dan CIA terlibat konflik internal.

''Ini adalah kisah bagaimana aku memeluk Islam, memasuki dunia kaum Mujahidin, dan berjihad di negeri yang jauh. Ini juga kisah tentang bagaimana aku menjadi agen rahasia dalam satuan pemberantasan tindak pidana terorisme yang dibentuk pemerintah Amerika Serikat. Aku mengalami banyak
keberhasilan dan kegagalan, dan aku memperoleh lebih banyak hikmah dibanding penyesalan. Tetapi, inilah kisah hidupku, dan apa yang aku sampaikan di sini adalah pengalaman pertamaku dengan dunia mujahidin dan apa yang disebut pemerintah AS sebagai perang melawan teror,'' tulis Collins pada bagian awal bukunya.

Penulis membagi bukunya menjadi tiga. Bagian pertama berkisah tentang perjalanan jihadnya dari San Diego (Amerika) ke Afghanistan, melalui Frankfurt, Wina, Pakistan, dan Kashmir (1993), Afghanistan (musim dingin, 1993-1994), dan perjalanan pertama ke Chechnya (1995-1996).

Pada malam pertama di Afghanistan, Aukai Collins dihadang oleh udara yang dingin luar biasa. ''Kata dingin saja mungkin tidak cukup untuk menggambarkan bagaimana keadaan bulan Desember di Afghanistan.... Sepertinya rasa dingin itu menembus tulang dan kulit.'' (hlm 27)

Penulis menjadi saksi kisah para syuhada, termasuk Muhamamd Zaky, seorang pejuang Muslim yang syahid di Chechnya. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ia mengaku melihat bidadari surga yang keindahannya sulit dilukiskan dengan kata-kata. ''Pastikan semua yang kukakatan ini tersampaikan kepada anakkku, Umar,'' katanya. ''Dia tidak boleh pernah meninggalkan jihad. Saya telah melihat apa yang tengah menunggu kita di sana dan janji Allah benar-benar nyata.'' (hlm 78)

Buku ini sebagian besar berkisah soal Chechnya. Ternyata, tidak semua orang di negeri tersebut berjuang untuk negaranya. ''Banyak penjahat pro-Moskow beroperasi di setiap daerah. Mereka bekerja untuk uang, menerima order dari militer Rusia, dan banyak melakukan penculikan atas perintah Rusia pula.'' (hlm 96)

Bagian kedua berkisah tentang masa kecil Aukai Collins: tentang kerasnya perjuangan hidup, dari dunia kelam dan terbuang, bertahan hidup di jalanan, hingga menemukan cahaya Islam. Sedangkan bagian ketiga membeberkan pengkhianatan CIA kepada Aukai Collins (1996-1999), mengunjungi kembali Chechnya (1999-2000), dan peristiwa 11 September 2001.

Anggota Komisi I DPR RI, Suripto, dalam kata pengantarnya menyebutkan, paling tidak ada lima hal yang menarik pada buku ini. Yakni, Collins mendengar langsung dari korban kekejian dan kebiadan tentara Rusia, terjadinya demoralisasi di kalangan prajurit Rusia, semakin mengentalnya tali persaudaraan seiman dari berbagai negara, keberanian dan kegigihan Muslim Chechnya dalam perang melawan tentara Rusia, serta keikhlasan Collins berjuang tanpa berpamrih atau mencari pujian. Suripto yang juga pakar intelijen itu kagum pada kehebatan Collins dalam melakukan operasi tertutup.

Buku ini sungguh penting dibaca terutama oleh setiap Muslim untuk menyadari arti jihad yang sesungguhnya. Namun, buku ini pun perlu dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami peta dan tatanan dunia yang sebenarnya, khususnya dalam kaitannya dengan isu perang melawan terorisme.

Seperti ditulis oleh Aukai Collins, ''Mereka tidak ingin Anda mengetahui bahwa tak ada perang yang sebenarnya melawan terorisme. Mereka tidak ingin Anda mengetahui bahwa sebagian dari pembajak pesawat dalam serangan 9/11 telah diketahui oleh FBI sejak tahun 1999.''


0 comments:

Stop Censorship